Translate

Selasa, 06 Februari 2018

Asyiknya Berkebun

Assalamualaikum wr.wb..

Hari libur adalah hari yang kita tunggu tunggu. Hampir sebagian besar orang ingin menikmati liburan dengan keluarga, suasana santai dan menyenangkan. Tidak kita pungkiri bahwa kita yang bekerja formal waktu dirumah bersama keluarga lebih sedikit dibanding di kantor. Mengisi liburan untuk masing masing orang berbeda beda sesuai dengan kemampuan, style, hobi.

Jika ada waktu dan  ada niat saya menyempatkan diri untuk berkebun dengan memanfaatkan lahan yang sempit. Sebenarnya saya ingin bahwa kebutuhan untuk sayuran dan buah buahan itu bisa tercukupi dari sendiri, minimal ketahanan pangan rumahtangga, selain  lebih sehat tanpa pestisida, kita bisa irit biaya dan waktu atau bisa berbagi dengan tetangga dan saudara.

Tapi karena kesibukan kadang bisa menanam tapi tidak bisa merawatnya. Keterbatasan lahan sebenarnya bisa kita atasi dengan menggunakan media tanam seperti pot atau polibag, yang lebih modern dengan sistem hidroponik. Untuk menanam dengan media polibag sebenarnya juga sangat mudah, bahan bahan sudah tersedia di toko pembibitan tanaman, bahkan ada juga yang  menjual bibit  siap tinggal memelihara. Untuk sistem hidroponik memang perlu belajar khusus, tetapi ada juga yang sudah menyediakan alat lengkap seperti pipa yang dirangkai beserta bibit dan pupuknya.
Tanaman yang sayuran yang mudah hidup banyak diantaranya adalah kangkung, sawi, cabe, terong, tomat, bayam,dan lain lain. Ditempat saya bibit tersebut dijual dengan harga yang murah Rp. 1000 dapet 6 buah siap tanam. Hama yang sering muncul dari tanaman terong dan cabe adalah sejenis wereng putih dibatangnya, dan yang paling ganas adalah ayam tetangga.

Tanaman sayuran yang sudah saya tanam adalah cabe, terong, singkong, kenikir, ketela rambat, walaupun hanya beberapa batang jika ber produksi lumayan untuk kebutuhan sendiri kalo tidak keduluan ayam tetangga, paling tidak ada rasa senang bahwa apa yang kita tanam bisa hidup dan menghasilkan. 

Coba kalo sebagian besar rumah tangga bisa menanam sendiri maka tidak akan terlalu berdampak jika ada kenaikan harga cabe dipasaran seperti yang pernah terjadi beberapa bulan yang lalu yang melebihi harga daging sapi. Tetapi jika banyak yang menanam cabe, harga juga tidak akan melambung tinggi karena produksi melimbah sedangkan permintaan barang sedikit (hukum ekonomi jika supply naik demand turun maka harga turun demikian sebaliknya jika supply turun demand naik maka harga akan naik). Tak apalah yang penting kita berusaha untuk  ketahanan pangan keluarga, Lakukan hal hal kecil yang bisa bermanfaat untuk diri kita syukur untuk orang lain.

Selain sayuran kita juga bisa menanam buah buahan, jika lahanya terbatas juga bisa dengan menggunakan pot atau lebih dikenal dengan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Tanaman buah dalam pot selain untuk hiasan juga bisa menghasilkan buah untuk kita nikmati. Tabulampot juga sudah disediakan oleh penjual tanaman,  jika kita tidak ada waktu untuk membuat sendiri. Tanaman buah banyak sekali yang di tabulampot seperti jeruk, sawo, kedondong, mangga, bahkan pisangpun juga ada. Tapi ingat bahwa kita harus rajin menyiram untuk yang kita tanam di pot, karena sumber makanan hanya tersedia di pot itu saja, berbeda dengan yang ditanam di tanah langsung. Nah suatu saat nanti jika berbuah kita bisa nikmati sendiri dan berbagi dengan tetangga. 

Beberapa bulan yang lalu saya mencoba untuk melakukan cangkok atau okulasi  buah jambu dersono, dan alhamdulilah berhasil. Kebetulan pohonnya dekat kolam jadi jika tidak dipindah akan merusak kolam. Untuk melakukan cangkok seharusnya pohon sudah berbuah sehingga akan cepat berbuah kembali, tapi yang pohon jambu yang saya cangkok belum berbuah hanya sayang kalo ditebang. Dalam proses mencangkok yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
1. Pilih pohon yang akan dicangkok ukur kira kira 15 cm yang nanti akan dijadikan pokoknya 
2. Potong dan buang kulit batangnya melingkar
3. Hilangkan/kerok kulit ari atau lendir yang ada dibatang sampai bersih
4. Diamkan beberapa saat hingga kulit benar benar kering
5. Ambil plastik atau ijuk ikat melingkar ditengah batang yang dikerok jangan sampai menyentuh kulit yang dibawah potongan, isi dengan tanah menutup kulit yang diatas lalu ikat plastik atau ijuk di sisi atas.
6.Tunggu beberapa waktu hingga tumbuh akar dari kulit sisi atas
7. Jika sudah tumbuh akar yang dikira kuat potong dan pindahkan ke tempat yang telah kita sediakan.
8. Alhamdulillah berhasil

#perempuanBPSmenulis
#menulisasyikdanbahagia
#15haribercerita
#hari ke 4

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar