Assalamualaikum sobat semua, salam sabtu ceria...pagi ini aku ternak ke sekolah..ternak anter anak ya..sekalian nemani anakku belajar nyetir di lapangan maguwoharjo..
aku bawa tiker..dibawah pohon akasia melihat ada 7 mobil berseliweran ada yg anak anak, ibu2. dan juga mas mas, masing masing dengan pendamping.
Ternyata disini boleh untuk belajar kawan per jam mbayar 10 ribu, monggo teman2 yang di jogja mau belajar dateng ke lapangan sepak bola maguwo, sekarang dilapangan sepak bola kebanyakan tidak boleh bahkan ditulis jika melanggar dikenai denda. Ayo yang cewek cewek belajar # maksudnya mencambuk diriku sendiri# . Sebenarnya saya juga pingin bisa..pegang saja belum pernah..he..he, teringat kalo hujan hujan harus jemput anak, harus jemput saudara jika suami ga bisa", pas ada kegiatan kantor seperti Darmawanita " ada mobil mba tapi ga ada driver", pas di rumah mau besuk tetangga dengan ibu ibu, jika mau bisnis bisa ngangkut dagangan, bisa ke tempat embah di gunungkidul jika suami ga bisa nganterin, jadi aku ketergantungan sekali ya..Andai aku bisa...
Dulu waktu saya belum bisa naik motor dianterin kemana mana, enak sih bisa berduaan terus, tapi jika pas marahan dengan suami rasanya gimana gitu, pernah dulu pas buru buru mau berangkat ke kantor rasanya mau loncat dari motor, maunya cepet cepet biar ga telat malah jalannya lambaaat banget..duh Gusti paringono sabaar, Dulu teman teman kantor masih banyak yang belum bisa naik motor termasuk aku, para suami menunggu dibawah pohon beringin depan Kantor BPS DIY.
Tapi sekarang tinggal kenangan..temanku sudah pada bisa...dengan kehadiran motor matic. Aku belajar dengan motor honda prima bukan jazz ya..waktu itu yang ada hanya si hitam. Pertama saya belajar juga dengan prima milik temanku pas pelatihan Sensus Pertanian 93 sub sektor, sudah tua ya..he..he, pusat pelatihan di wisma sejahtera kaliurang dan wisma wisma lainnya di kaliurang, hampir satu bulan dikaliurang. Waktu itu kok berani ya padahal medannya sulit, dibelakang wisma dan motornya pun saya lepas nabrak tembok untung saya loncat, dan juga motor pinjaman teman he..he. Sehabis itu saya belum mencoba lagi.Tahun 2004 mulai bangkit lagi untuk mencoba.berani sih di kampung. Tahun 2005 pas ada kegiatan PSE dituntut untuk kelapangan dan kirim dokumen pencacahan tak mengenal waktu, saya tidak bisa minta tolong suami untuk nganter setiap saat. kuberanikan diri ke BPS Provinsi untuk setor dokumen. Bismillah saya ambil jalan paling kiri dan mencari jalan yang ada bangjonya dari rumah perjalanan sekitar 1 jam dan dengan masuk gigi 2 terus sampailah kantor dan pulang kerumah dengan selamat. Akhirnya sekarang bisa ke mana mana Kulonprogo, Bantul, Sleman, Kota InsyaAllah bisa, yang Gunungkidul belum dicoba. Asyik juga ya ternyata bisa naik motor dan tidak ketergantungan.
Yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana kita bisa meyakinkan diri kita bahwa orang lain bisa kita juga harus bisa.
Tidak apa lah sekarang melihat dulu orang belajar nyetir suatu saat nanti ..akan seperti dulu waktu belajar naik motor..he..he sok pede..menghibur diri... Yang penting ada kemauan itu kunci utama he..he, bukankah Allah tidak akan merubah seseorang kecuali dirinya sendiri mau berubah...
Setelah anak saya lumayan lancar, tibalah giliran saya suruh pegang, waduh..gantian dech anakku yang duduk di tikar...akhirnya dengan langkah berat aku pegang juga.. Pelajaran pertama adalah pengenalan nama dan fungsi rem, persneleng, gas, hand rem, kopling..maaf gerobak jadul manual..tapi Alhamdulillah saya syukuri..
langkahku :
1. nyalakan kunci kontak
2. Injak kopling sampai habis dengan kaki kiri, pegang persneleng masukkan gigi 1
3. injak gas perlahan lahan dengan kaki kanan sambil kopling dilepas perlahan lahan, rasakan sensasinya
4. Jika sudah jalan lepaskan kopling.
5. Untuk berhenti injak kopling dengan kaki kiri, kaki kanan menginjak rem perlahan rasakan sensasinya.
5. Untuk mundur injak kopling dengan kaki kiri, persneleng tarik ke arah R
6. Injak gas dengan kaki kanan perlahan sambil melepas kopling.
Itu lah belajarku hari ini kawan (kata suami mengajar TK taman kawak kawak)..saya akhiri karena hujan mulai turun dan jatahnya menjemput anak..
#PerempuanBPSmenulis
#menulisasyikdanbahagia
#15haribercerita
#hari ke 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar